Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wahyudi Hamisi Tendang Kepala Bruno Moreira, Persebaya Siap Ajukan Gugatan ke PSSI

BOLATRENDY.COM – Pasca laga antara Persebaya dan PSS Sleman usai (03/03/24), situasi memanas. Hal itu lantaran ada salah satu kejadian yang membuat pihak Persebaya tidak terima. Sebab Wahyudi Hamisi, Gelandang PSS Sleman, diduga telah menendang kepala pemain Tim Bajul Ijo yakni Bruno Moreira. 

Pada saat melakoni pertandingan lanjutan pekan ke 27 BRI Liga 1 2023/2024, Persebaya menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada laga tersebut tim yang dilatih sementara oleh Uston Nawawi tersebut berhasil memetik kemenangan dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan tersebut persebaya berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol cepat Muhammad Iqbal dan sepakan penalti Bruno Moreira. Di babak kedua PSS Sleman berhasil mengejar ketertinggalan melalui gol Esteban Vizcarra.

Mengenai tayangan kejadian ricuh yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, terlihat Wahyudi Hamisi tengah mengeja bola yang dibawa oleh Ripal Wahyudi. Ripal mencoba mempertahankan bola di sekitar Bruno yang saat itu sedang terbaring.

Gelandang PSS Sleman tersebut berusaha keras untuk merebut bola dari kaki Ripa. Namun pada rekaman tersebut dirinya mengayunkan kaki di kepala bagian belakang Bruno.

Tindakan tersebut memicu keributan di lapangan yang berujung pada pemberian kartu kuning kepada Wahyudi, Yan Victor, dan Nurdiansyah.

Wahyudi Hamisi Tendang Kepala Bruno Moreira, Persebaya Siap Ajukan Gugatan ke PSSI

Respon Persebaya Terhadap Tindakan Wahyudi Hamisi

Sebagai pemilik pemain bernomor punggung 99 itu Persebaya tentu tidak tinggal diam. Menurut mereka, tindakan yang dilakukan Wahyudi terhadap Bruno Moreira sangat berbahaya. Bisa menyebabkan trauma bahkan kematian. 

Pihak Persebaya juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi Bruno. Mengingat pelanggaran tersebut seharusnya termasuk keras dan mengancam karir sang pemain.

  Nasib Kurnia Meiga Kini, Cerai dengan Istri hingga Jualan di TikTok

Di samping itu pihaknya juga sangat menyayangkan terhadap keputusan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. 

“Anehnya, untuk tindakan bar-bar tersebut wasit Ginanjar hanya menghadiahkan kartu kuning kepada Wahyudi Hamisi,” tulis di akun Instagram resmi Persebaya.

Menurut pihak Persebaya perbuatan yang dilakukan oleh pemain PSS Sleman itu kepada Bruno Moreira sangat jelas. Seharusnya tidak hanya diganjar kartu kuning saja, tetapi layak untuk kartu merah.

“Jelas dalam Kode Disiplin PSSI atau Law 12 (Laws of The Game), Violent Conduct seperti itu hukumannya adalah kartu merah,”

Ajukan Gugatan ke PSSI

Tidak tinggal diam. Atas perbuatan membahayakan Wahyudi Hamisi kepada Bruno Moreira, Persebaya akan mengajukan gugatan kepada pihak PSSI. Hari ini mereka juga akan mengirim surat beserta buktinya ke pihak federasi Sepak Bola Indonesia mengenai tindakan Wahyudi di lapangan.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, berharap pemain gelandang PSS Sleman itu bisa dijatuhi sanksi berat sesuai dengan aksi brutalnya kepada pemain Persebaya.

“Kebetulan saya nonton pertandingan Persebaya vs PSS Sleman. Kami menyayangkan kejadian tersebut dan sudah melakukan koordinasi dengan komite wasit. Kami harap ada evaluasi dan sanksi berat terhadap aksi pemain (Wahyudi Hamisi),” katanya, dikutip dari CNN Indonesia.

Sekjen PSSI tersebut juga menaruh harapan kepada semua pemain yang berlaga di bawah liga Indonesia untuk menjunjung tinggi rasa saling menghormati. Jangan sampai ada niatan untuk saling mencederai yang bisa saja berakibat fatal.

Meskipun pada laga sore kemarin Persebaya berhasil meraih 3 poin di kandang, namun tindakan seperti ini jangan sampai terulang kembali. Semua pihak harus menjaga sportivitas mengingat sepak bola merupakan hiburan rakyat. Bukan sebagai ajang untuk mencelakakan satu sama lain yang berujung pada bencana atau kematian.

  Hasil Persib vs Persebaya: Bajul Ijo Diobok - Obok David Da Silva 3-1

“Seperti pesan Presiden RI dan Ketum PSSI, kita harus ingat bahwa sepak bola adalah hiburan, sportivitas. Bukan bencana atau kematian,” tulis di instagram resmi Persebaya.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *